Forexnesia.org– Kebanyakan mata uang Asia menguat pada hari Senin, sementara dolar mengalami penurunan setelah data nonfarm payrolls yang lebih lemah dari ekspektasi memicu ketidakpastian atas ekonomi AS dan tingkat suku bunga.
Namun, meski mengalami kenaikan pada hari Senin, sebagian besar mata uang regional masih mengalami kerugian dalam beberapa sesi terakhir karena kekhawatiran atas tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump membuat para investor cenderung berhati-hati terhadap pasar yang dipengaruhi risiko.
Prospek campuran untuk suku bunga AS juga memberikan tekanan, terutama setelah Federal Reserve menyatakan minggu lalu bahwa mereka tidak memiliki rencana segera untuk memotong suku bunga.
Di antara mata uang Asia, pasangan yen Jepang USDJPY naik 0,2%. Yen menjadi pengecualian di antara rekan-rekannya minggu lalu, dan mengalami permintaan safe haven yang cukup besar pada hari Jumat.
Pasangan yuan Tiongkok USDCNY turun 0,4%, sementara pasangan dolar Australia AUDUSD stabil.
Pasangan won Korea Selatan USDKRW turun 0,3%, sementara pasangan dolar Singapura USDSGD turun 0,1%.
Dolar kembali merosot setelah data nonfarm payrolls lemah
Tantangan berat dolar dan futures indeks dolar keduanya turun sekitar 0,4% pada hari Senin, melanjutkan penurunan tajam dari sesi sebelumnya.
Dolar anjlok dari titik tertinggi dua bulan setelah data nonfarm payrolls terbaca jauh lebih lemah dari yang diharapkan untuk bulan Juli. Data payrolls untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi turun dengan tajam.
Data tersebut menunjukkan perlambatan tajam dalam pasar tenaga kerja AS, dan memicu kekhawatiran bahwa tarif Trump merugikan ekonomi.
Pemecatan kepala Biro Statistik Tenaga Kerja oleh Trump, setelah data payrolls, juga menambah kekhawatiran atas kredibilitas data ekonomi AS.
Data hari Jumat memicu spekulasi bahwa Fed akan segera memotong suku bunga, terutama di tengah tekanan meningkat dari Trump untuk suku bunga yang lebih rendah. Pengunduran diri dini Gubernur Fed Adriana Kugler juga memberi Trump kesempatan untuk menunjuk anggota baru ke dewan Fed.
Rupee India stabil menjelang pertemuan RBI
Meskipun ada kenaikan pada hari Senin, kebanyakan mata uang Asia tetap tertekan karena ketidakpastian atas tarif Trump.
Rupee India termasuk yang tertinggal dalam beberapa sesi terakhir, terutama setelah Trump mengumumkan tarif 25% terhadap barang-barang India. Pasangan USDINR sedikit naik pada hari Senin.
Pembicaraan perdagangan antara New Delhi dan Washington masih berlangsung, meski belum ada kesepakatan yang diharapkan segera.
Fokus minggu ini juga pada pertemuan Bank Reserve India, di mana bank sentral diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut menghadapi tantangan ekonomi yang meningkat.
